SURAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, menekankan bahwa ibadah dalam Islam harus memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya sebatas ritual formal.
Menurutnya, ibadah yang sejati selalu berkontribusi pada kebaikan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan Dahlan Rais pada Senin (17/3) dalam Pengajian Ramadan yang diadakan PDM Surakarta.
Dikutip dari pwmjateng.com, Dahlan Rais menjelaskan bahwa ibadah memiliki tiga dimensi utama, yaitu formal, spiritual, dan sosial. Ibadah dalam Islam selalu bermuara pada kebaikan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan hanya memahami ibadah dari sisi formalnya, tetapi tangkap pesan spiritualnya agar dapat memberikan dampak bagi kemajuan masyarakat. Maka dari itu, ada trilogi ibadah: formal, spiritual, dan sosial,” jelasnya.
Dimensi formal mencakup pelaksanaan ibadah sesuai syariat, sedangkan aspek spiritual menekankan penghayatan mendalam terhadap ibadah tersebut. Sementara itu, aspek sosial mengarah pada bagaimana ibadah dapat berkontribusi bagi kesejahteraan bersama.
Dalam kesempatan itu, Dahlan Rais juga mengajak para kader Muhammadiyah untuk mengamalkan konsep Islam Berkemajuan. Salah satu wujudnya adalah dengan menerapkan prinsip wasathiyah (moderasi) dalam kehidupan beragama.
Islam Berkemajuan, menurutnya, memiliki empat karakteristik utama: berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, membuka ruang ijtihad, serta mengembangkan wasathiyah sebagai jalan tengah yang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap ibadah, diharapkan umat Islam tidak hanya mendapatkan manfaat secara individu, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat luas.
Pengajian ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk pengurus PDM, Unit Pembantu Pimpinan (UPP), perwakilan Organisasi Otonom (Ortom), serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan dakwah dan sosial, PDM Kota Surakarta juga menyalurkan dana stimulan operasional bagi setiap cabang dan ranting Muhammadiyah di wilayah tersebut.