TIONGKOK – Merayakan ibadah Idulfitri di negara minoritas muslim tentu akan membawa kita terpikirkan tentang bagaimana cara kita beribadah di sana? Ketakutan seperti itu tentu menjadi hal yang sangat wajar ketika kita berkunjung atau akan bekerja dan belajar di sebuah negara minoritas muslim seperti Tiongkok.
Zanuwar Hakim Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Tiongkok mengungkap kondisi terkini saat pelaksanaan salat Idulfitri 1446 H.
“Untuk idulfitri saat ini, kami berada di kota Changchun, provinsi Jilin, Tiongkok untuk melakukan salat Idulfitri di Masjid Songji. Setelah selesai melakukan sholat Id kami melakukan prosesi halal bihalal dengan dipimpin oleh imam bersama jamaah muslim lokal,” jelasnya.
Suasana Idulfitri yang berbeda dan jauh dari keluarga tentu membawa suasana yang berbeda. Namun WNI dan warga Muslim lokal di Tiongkok tetap menyambutnya dengan penuh suka cita dan kegembiraan dimana kebersamaan bersama para diaspora Indonesia dan warga lokal sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri di tanah perantauan.
Lalu, tradisi unik juga ditemukan Zanuwar selama Ia berlebaran di negeri tirai bambu tersebut.
“Hal unik yang saya temui di tahun ini yaitu, saya menyaksikan sendiri sebelum melakukan salat idulfitri, imam masjid beserta pengurus masjid mengibarkan bendera Tiongkok dan menyanyikan lagu nasional Tiongkok. Selain itu di sini takbir dan ibadah dilakukan di dalam masjid, mengingat aturan ibadah di Tiongkok yang cukup ketat,” paparnya.
Bagaimana Kondisi Lebaran di Shanghai?
Melebar ke salah satu pusat kota di Tiongkok yaitu kota Shanghai, Abd. Muin, Ketua Perhimpunan Muslim (Permusim) Indonesia yang berada di Shanghai, Tiongkok ungkap suasana Idulfitri 1446 H di pusat kota Shanghai.
Mu’in menuturkan bahwasannya pemerintah dalam hal ini melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai bersama WNI setempat turut merayakan Idulfitri dengan suka cita dengan menggelar open house yang bertempat di KJRI Shanghai, Tiongkok.
“Alhamdulillah KJRI bersama dengan kami (Permusim) saling bahu membahu dalam memotori kegiatan Idulfitri di Shanghai,” imbuhnya.
Tantangan sebagai minoritas di Tiongkok tidak melemahkan semangat masyarakat Indonesia yang ada di negeri tirai bambu tersebut.
Bahkan, warga Indonesia bersama dengan warga muslim setempat saling bahu membahu dalam mempersiapkan dan merayakan Idulfitri 1446 H, sehingga prosesi ibadah maupun perayaan seperti silaturahmi dan halal bihalal dapat berjalan dengan baik dan menggembirakan. (bhisma)***